Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2016

HSB: Sekda Belu pantau UN tingkat Sekolah Dasar



Foto: Michael, Humassetdabelu

ATAMBUA, Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Belu umumnya dan Kota Atambua berjalan dengan aman dan lancar. Para siswa pun dapat mengerjakan soal-soal dengan baik dan aman. Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Petrus Bere ketika memantau kegiatan tersebut dibeberapa sekolah, Selasa (17/05) mengemukakan, pelaksanaan Ujian Nasional di Kabupaten Belu berjalan dengan baik dan lancar dan diharapkan kondisi ini tetap dipertahankan sampai berakhirnya jadwal ujian.
“Sesuai pantauan dibeberapa sekolah, pelaksanaan ujian berjalan dengan baik dan lancar dan murid-murid dapat mengerjakan soal dengan baik pula,” kata Sekda Petrus Bere juga mengharapkan kepada para guru dan pengawas ujian, agar dapat memberikan pendampingan yang baik, sehingga para siswa dapat mengerjakan soal yang diberikan dengan baik pula.

Khusus kepada orang tua, Sekda Belu mengutarakan agar memperhatikan keadaan anak sebelum ke sekolah mengikuti ujian.
“Orang tua harus tahu kondisi dan bertanggung jawab untuk kebutuhan anak sebelum mengikuti ujian seperti sarapan terlebih dahulu dan kebutuhan serta motivasi lainnya. Jangan hanya mengharapkan guru di sekolah saja,” ajaknya.
Pantauan hari kedua UN SD dimulai dari SDK Wekatimun, SDK Tulamalae dan berakhir di Madrasah Ibtidaiyah Hidayattulah Atambua.
Turut mendampingi Sekda Belu, Sekretaris Dinas PPO Nunik Widi Wahyuni dan Kasubag UP Dinas PPO, Yatti Teti. Sebagai informasi, di Kabupaten Belu terdapat 142 sekolah penyelenggara dan 4.886 siswa SD yang yang mengikuti ujian pada tahun 2016 ini.

HSB: Umat Katedral Atambua berbagi kasih di tahun Kerahiman



Foto: , Humassetdabelu

ATAMBUA, Sekelompok umat Paroki Katedral Atambua melakukan anjangsana dan berbagi kasih dengan anak-anak penyandang disabilitas di Pusat Rehabilitasi Hidup Baru Onoboi, pada Senin, (16/05/2016). Anjangsana dan berbagi kasih itu merupakan bagian dari rangkaian Tahun Kerahiman yang sementara dijalani.
“Bagi kami, anak-anak ini adalah bagian dari kami, sehingga kami datang mengunjungi, menyapa, bernyanyi, bermain dan berdoa... bersama sebagai hiburan yang dapat menggembirakan yang membawa kepada suatu keselamatan,” ungkap seorang umat.
Suster Ludovika, FCJM, Penanggung Jawab Panti Rehabilitasi Hidup Baru pada kesempatan itu mengatakan tujuan pendampingan kepada anak-anak ini, agar sedapat mungkin mereka bisa menolong diri sendiri.
“Anak-anak ini ada yang kami sekolahkan di SD, dan juga mereka yang tidak bisa bersekolah kami dampingi sendiri di sini,” akunya sambil menambahkan anak-anak yang ada di PRHB Onoboi berasal dari berbagai daerah seperti Nurobo, Haekesak, Haliwen, Kaputu, Manlea juga Kota Atambua dan sekitarnya.
Ditanya suka-dukanya mendampingi anak-anak panti, suster Ludovika mengatakan karena anak-anak ini datang dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda, memiliki sifat dan karakter yang berbeda juga, namun kehadiran mereka sungguh membuat kami belajar memaknai hidup.
“Kami juga senang karena ada pendamping dari Jerman (Stephan dan Kristin), yang selalu setia berada di tengah anak-anak. Keduanya volunter dan memilih panti Onoboi sebagai tempat mereka belajar dan membantu anak-anak,” ujarnya.
Acara kunjungan diakhiri dengan persembahan lagu dari anak-anak panti, ucapan terimakasih dari Suster pemimpin dan doa bersama oleh Rm. Deken Belu Utara, Rm. Stefanus Boisala, Pr. (Komsos Katedral Atambua)

HSB: Pelatihan Bahaya Merokok bagi Petugas Promkes Puskesmas



Foto: Michael, Humassetdabelu

HJHF - HBBS - Promosi kesehatan khususnya untuk memberikan informasi mengenai bahaya merokok bagi kesehatan, saat ini dinilai sebagai suatu hal yang mutlak harus dilakukan oleh Pemerintah, mengingat masalah merokok telah menjadi masalah kesehatan masyarakat pada semua tingkat umur.

Pengelola Promosi Kesehatan (Promkes) pada puskesmas-puskesmas pun harus memahami hal ini dengan baik, sehingga mampu memberikan informasi yang benar dan tepat tentang masalah ini. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan petugas Promkes puskesmas tentang bahaya merokok bagi masyarakat dan meningkatkan ketrampilan petugas promkes dalam mempromosikan bahaya merokok. Demikian intisari kegiatan Pelatihan Bahaya Merokok bagi petugas Promkes Puskesmas yang berlangsung di Aula Hotel Nusantara Dua, Selasa (17/05/2016).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Theresia Saik didamping Kepala Bidang Promkes dan PL Dinkes Belu Yohana F Sikone. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik ketika dimintai komentarnya terkait kegiatan ini mengatakan bahaya merokok bukan hal yang baru bagi masyarakat. Hanya masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari akan bahaya merokok yang sebetulnya sangat berpengaruh bagi kesehatan terutama penyakit yang tidak menular.
“Makanya kita kumpulkan petugas puskesmas agar dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang dapat dijabarkan kepada masyarakat yang ditemui dalam kesehariannya,” ungkap Kadis Kesehatan.

Terkait arah pembangunan Kementerian Kesehatan yang diterjemahkan dalam Nawacita, Kadis Theresia Saik mengemukakan bahwa dulunya lebih kepada tindakan kuratif dan rehabilitasi tetapi sekarang berpindah arah ke tindakan preventif dan promotif.

“Upaya ini dilakukan karena tindakan pencegahan dan promotif dapat membawa pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat dengan biaya yang bisa dijangkau dan sangat murah,” akunya.
Dirinya juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan pun dalam segala kegiatannya akan lebih memfokuskan diri kepada keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“Melalui keluarga yang sehat, wilayah yang lebih luas pun akan sehat sehingga kita mendapatkan masyarakat yang sehat dan bersih,” singkatnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu (18/05) ini menghadirkan 30 orang petugas dari 17 puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Belu dengan materinya Kebijakan dan strategi Pemerintah Terhadap Bahaya Merokok Bagi Kesehatan, Strategi Promosi Kesehatan, Metode dan Tekhnik Penyuluhan Promosi Kesehatan, Rokok dan Remaja, Peran Petugas Puskesmas Dalam Promosi berhenti Merokok Bagi Pasien dan Masyarakat, Asap Rokok sebagai pemicu Penyakit Degenerative, Desain Promosi Kesehatan, Rokok dan Ibu Hamil, Rokok dan Karyawan serta Simulasi Peran Petugas Dalam Penanganan Bahaya Merokok Bagi Remaja, Ibu Hamil dan Karyawan.


Senin, 16 Mei 2016

HSB: Polisi Pamong Praja harus siap 24 Jam

HJHF via Humas Setda Belu - Kota Atambua - Keberadaan Polisi Pamong Praja dalam tugas dan fungsinya sebagai penegak peraturan daerah, penegak peraturan kepala daerah dan peraturan perundang-undangan lainnya, menjadi hal yang sangat urgent dalam membantu memperlancar pembangunan dan pemerintahan di daerah. Dengan demikian Polisi Pamong Praja dituntut untuk semakin profesional, berkualitas dan bermartabat dan menjalankan tugasnya. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Petrus Bere ketika memberikan sambutan dalam pembukaan Bimtek Penanganan Kerusuhan Massal dan Demonstrasi Bagi Anggota Banpol PP Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2016, yang berlangsung di aula Kantor Satpol PP Kabupaten Belu, Senin, (16/05/2016).
Lebih jauh, Sekda Belu menegaskan, Polisi Pamong Praja harus selalu siap 24 jam, sebagai bagian penting untuk menjaga ketenteraman masyarakat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, sehingga tercipta situasi yang kondusif.
“Polisi Pamong Praja harus siap 24 jam dalam menjalankan tugasnya. Saya pernah dibangunkan dengan dini hari untuk suatu persoalan, dan itu yang kita inginkan sehingga tercipta kondisi masyarakat untuk selalu tenteram, tertib dan terlindungi,” katanya.
Menurut Sekda Petrus Bere, dengan menjalankan dan mengemban secara profesional tugas yang diberikan, Pol PP menjadi garda terdepan dalam membantu melancarkan pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Dengan mengacu pada UU Nomor 23 tahun 2014 bahwa ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat merupakan urusan wajib pemerintah daerah yg harus dilaksanakan sehingga menetapkan perangkat Polisi Pamong Praja sebagai bagian yang tak terpisahkan untuk tugas dan fungsi itu,” jelas Petrus Bere.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Belu menegaskan tiga hal penting kepada peserta Bimtek yakni tingkatkan semangat pengabdian dan jiwa korsa dalam tugas terutama untuk mengawal dan mengamankan produk hukum yang ditetapkan daerah, tingkatkan kinerja dan pahami berbagai regulasi dan perda sebagai pedoman dalam menjalankan tugas serta tingkatkan kepekekaan terhadap dinamika masyarakat yang begitu cepat untuk mendeteksi dini dalam mencegah terjadinya ketertiban umum dan ketentraman serta perlindungan masyarakat.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Aloysius Fahik mengutarakan maksud kegiatan Bimtek ini yakni membentuk serta meningkatkan kualitas sumber daya yang diperbantukan pada Satuan Polisi PP sehingga menjadi aparat yang bermartabat dan profesional dalam tugas. Sedangkan tujuan Bimtek ini agar anggota Banpol PP dalam membantu menjalankan tugasnya sebagai penegak Perda, penegak Peraturan Kepala Daerah serta peraturan perundang-udangan dan tugas-tugas lain yang diperintahkan pimpinan, harus sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku.
Peserta Bimtek anggota Banpol sebanyak 92 orang dengan narasumber berasal dari Badan Diklat Prop NTT dan Detaseman II Pelopor Satbrimobda NTT. Bimtek ini akan dilaksanakan dari tanggal 16-20 Mei 2016.
Di sela-sela acara pembukaan, dilakukan penyematan tanda peserta kepada dua orang perwakilan oleh Sekda Petrus Bere.